Okay, social situation. Its gonna be huge thing for some people. How to mind the odd and difficulties?
Social needs being as human as possible. Not being a robot. So human full of expression. That is the focus
Expression exploring
Don't hide the laugh , don't arrange the tone of giggle , or even some silly. Human faces are plenty. But more variety is human expression. You can have fun expression for many looks. Also the sad and anger. In social life, show each other expression is necessary. That is how people know you. Yes they gonna judge, but hey there will be no winner in every social life. Because it is not a competition. Its the natural needs to show things each other. What makes expression wrong is, you do the expression too much or too less. Too formal or too wild. Go get some exploration on your closest friend.
Stay in manner
Not many people like this. Some people act too much in manner. Again, as natural living thing, human create by the environment. Yes. Anger and stressed environment will create another human with the similar character. Manner, comes from natural work. How? Manner keeps us respect each other. Imagine if a person , unknown suddenly pass over your way in the traffic. Will the balance of nature which keep steady environment works? No. Please do manner. As simple as say thank you, sorry, hello and any higher level.
Praise your self
Don't you ever disrespect your self. It could be a powerful pain. People will see you as weak human to be bully, to be mocking target and some mean human, used your weakness. Stay in self esteem with proper portion. Not being snob in words and action. It will invite the other snob people hit you lower. Naturally human has self defense. It show a proud in defense. If not, you might have problem to respect your self. Be aware and beware of the negative feels such low self belonging and self pride. Again, keep it all balance, in good portion.
See you soon for other clues
Hah?
daily wishes, daily hopes and daily jokes:0
Jumat, April 12, 2013
Senin, Maret 18, 2013
Socialight
In an awkward situation, the place that you never been before, you might going pause for things many times. You completely blank what to do, what to say even asks your self, "should I go back and drive home?".
Those are natural. Thinks which always happen for newbie.
What makes newbie easier to be in new place?
Adapting. According to Darwin, the one that survive is the one whose adapting.Adapting to change makes someone being flexible to new things happen. No more awkward , but it sure do need practice and being update. Lets imagine, we have old phone with no camera as feature. While other people ask us to take photo and send it to them. Do we going to push our self to have new phone or to take picture and send to them by postal? Adapting is not scary.
Ice breaking. In moment of new place, lots of pause moment. Unbreakable silence. Since new things come in and attack us. Lets beat down the moment of cold. Have a chit chat, have a smile and friendlier face. Not too much just do every ice breaking by timing. Because we must be look fool in front of people if we suddenly sing Adele's hits in our worst pitch right? Ice breaking is not drag attention, its to calm the situation in to more casual.
Stick for more clues:)
Those are natural. Thinks which always happen for newbie.
What makes newbie easier to be in new place?
Adapting. According to Darwin, the one that survive is the one whose adapting.Adapting to change makes someone being flexible to new things happen. No more awkward , but it sure do need practice and being update. Lets imagine, we have old phone with no camera as feature. While other people ask us to take photo and send it to them. Do we going to push our self to have new phone or to take picture and send to them by postal? Adapting is not scary.
Ice breaking. In moment of new place, lots of pause moment. Unbreakable silence. Since new things come in and attack us. Lets beat down the moment of cold. Have a chit chat, have a smile and friendlier face. Not too much just do every ice breaking by timing. Because we must be look fool in front of people if we suddenly sing Adele's hits in our worst pitch right? Ice breaking is not drag attention, its to calm the situation in to more casual.
Stick for more clues:)
Kamis, Maret 14, 2013
Vampire Chokes
Run! You will never find me.
Jump! Yet you wont catch me.
Why all the pale creatures are running away? Simply because of the sun. Its appears and that moment all the vampires tears are falling. Truthful, painful yet less powerless. They all being corpses soon. Burn after the sun shining. Where all universe celebrating morning, the vampires find they teary scary end.
When and how did it start? Its just after the grand dinner in the queen's party. Someone put large massive poison. Everybody looked pale right away after supper waggle on to their throat. Slowly but sure, the clans face getting very pale then burn right away all over their body. The clans killed by unique smell strong garlic.
Yet some human, not feel happy about the clan doomed. The garlic is missing. Along with the vanishing of clans.
-when Indonesia get shocked by many murder cases along with the garlic crazy price-
Jump! Yet you wont catch me.
Why all the pale creatures are running away? Simply because of the sun. Its appears and that moment all the vampires tears are falling. Truthful, painful yet less powerless. They all being corpses soon. Burn after the sun shining. Where all universe celebrating morning, the vampires find they teary scary end.
When and how did it start? Its just after the grand dinner in the queen's party. Someone put large massive poison. Everybody looked pale right away after supper waggle on to their throat. Slowly but sure, the clans face getting very pale then burn right away all over their body. The clans killed by unique smell strong garlic.
Yet some human, not feel happy about the clan doomed. The garlic is missing. Along with the vanishing of clans.
-when Indonesia get shocked by many murder cases along with the garlic crazy price-
Label:
Indonesia
Kamis, Januari 03, 2013
Belajar Bersama Si Kecil
Ketika bercengkrama dalam sebuah
acara keluarga, kita kadang dikejutkan oleh sosok unyu-unyu. Siapa lagi kalau kehadiran anak atau mungkin keponakan
balita. Setiap sosok anak kecil apalagi balita, entah ia datang dari timur
dengan kulit gelap, kulit putih mirip salju,
rambut keriting atau rambut lurus, mereka selalu menggemaskan. Cute. Apa yang membuat orang selalu
tertarik pada sosok mereka? Kepolosan mereka, kemurnian sosok manusia yang jadi
newbie di dunia fana, tak luput
kecerdasan mereka yang sering kali di luar prasangka orang dewasa.
Kita begitu menyukai keunyu-unyuan mereka, sampai kita lupa,
kecil-kecil begitu, mereka seperti selembar kertas putih. Apapun yang kita
berikan kepada mereka, itulah yang mereka pancarkan coretan kita. Kita
menorehkan warna putih, kertas itu tetaplah jernih. Kita memberikan warna
kelam, maka anak pun akan membenamkan kegelapan dalam pribadi mereka. Kita
lupa, begitu pentingnya membentuk mereka, untuk menjadi sesuatu. Sesuatu yang
kelak amat berperan bagi kehidupan kita dan juga lingkungan mereka.
Banyak hal bisa membentuk
anak-anak usia sangat muda belia jadi tumbuh tanpa makna. Mereka bisa berbahasa
ala ABG, karena mereka peniru kosakata ulung. Tapi apakah kita cukup bangga
jika anak kita berbahasa gaul, tanpa pemahaman apapun atas kata tersebut?
Memang terlihat keren jika para balita unyu
bisa menguasai gadget untuk dewasa, tapi apakah perlu anak-anak
balita mengenal gadget dibandingkan
tumbuh natural bersama kita?
Apa yang perlu kita hembuskan
dalam perkembangan 5 tahun pertama kehidupan mereka yang sangat penting? Jawabannya
adalah edukasi. Apa itu bentuk edukasi yang penting untuk bocah lucu? Apakah
kita akan berhasrat menyekolahkan mereka sejak mereka bisa berjalan? Ah, tidak
seformal itu. Sejak bayi belum lahir, ketika ia masih bersembunyi dalam rahim
ibu, tahap edukasi sudah mulai kita lakukan. Kita tak perlu membicarakan
pemanasan global, kurva-kurva pada teori ekonomi. Kita bisa memulai dengan
mengenalkan mereka pada keberadaan ayah ibunya, aneka makanan, musik, alunan
ayat suci, aneka cerita. Awal dari sebuah proses belajar adalah identifikasi.
Pengenalan. Jangan sangka bercerita soal jeruk asam pada mereka bukan sebuah materi
pendidikan. Itulah disaat orang tua, keluarga dan pendidik si kecil menjadi
profesor tentang lingkungan bagi si kecil. Maka, eksplorasilah dunia kita
kepada mereka dengan mengenal banyak hal yang akan mereka temui di dalam dunia
nyata nanti.
Ketika mereka lahir, edukasi terus berlanjut. Pengenalan dan proses
pembelajaran sudah bisa diterapkan pada tahap ini. Karena ia menyambut dunia
bersama kita. Ia bisa belajar mengenal ayah,
ibu, nenek, kakek, paman, bibi,
bahkan hewan peliharaan. Bercerita dan bercelotehlah untuk bayi mungil. Belajar
apa? Hmm apakah memberikan mereka kesempatan memegang ayah ibu bukan pelajaran?
Itu sebuah pelajaran IPA tahap awal. Mereka merasakan kulit kita. Saat bayi
mungil tertawa, itu komunikasi tahap awal. Saat ia makan ? Itulah sebuah proses
mereka mempraktekan solusi atas rasa lapar. Saat mereka rewel? Itulah pelajaran
perilaku, memberikan sesuatu yang mereka inginkan namun dengan ketegasan
aturan.
Mereka pun terus berkembang,
galilah materi belajar yang lebih sesuai umur mereka. Si unyu usia2 tahun biasanya sedang asyik meniru dan memproduksi
kata. Ajak mereka mengenal banyak kata dan benda. Ia mendapatkan pengalaman
luar biasa dengan mengetahui payung adalah benda yang dipakai saat hujan, benda
lengkung yang bisa ditutup dan dibuka, bahkan bisa untuk jadi sapu terbang.
Pelajari cirri khas mereka. Setiap tahun, mereka memiliki tahapan perkembangan
yang lain. Ini berarti, pelajarannya harus lebih berbeda. Jangan tunggu si
kecil hingga hilang kenyu-unyuannya, kemudian
ia belum bisa melakukan hal penting seperti buang air kecil secara mandiri.
Padahal, sejak ia bisa merasakan kapan BAK, sejak itulah kita memborbardir
mereka semua tentang cara membuang hajat.
Tahapan usia mereka merupakan
patokan kita memberikan setiap pelajaran bagi mereka. Tidak perlu ahli
pendidikan untuk melakukan ini. Gunakan insting sebagai orang tua, dimana semua
orang pasti memilikinya. Pelajari seluk beluk hidup mereka di setiap hari
perkembangan mereka dari waktu ke waktu. Karena usia balita usia merupakan usia
penting manusia mempelajari kehidupan dan membentuk kepribadian.
Lalu siapa yang harus mengajari
si anak lucu nan imut? Orang tua dan seluruh keluarga. Kita tahu, beberapa
keluarga tidak seperti keluarga pada umumnya. Ada orang tua yang menjadi
bentukan dari orang tua sebelumnya. Misal, pasangan yang pernah bercerai
kemudian mereka menikah lagi. Ada juga bentukan keluarga yang dimulai dari sisi
kakek nenek, mungkin karena ayah atau ibu sudah tiada. Bentuk orang tua yang
beragam dan keluarga yang beragam, memberikan anak balita memiliki hak dididik
dan diasuh oleh mereka. Bukan hanya oleh orang tua.
Orang tua pasti berkewajiban
mendidik. Namun orang tua tidak bisa sendirian. Orang tua belajar bersama.
Orang tua, anggota keluarga, dan sang balita. Disinilah kita menikmati proses
belajar. Sehingga muncul kebersamaan untuk belajar, tujuannya tetap sama mendidik si kecil. Jika
ada anggota keluarga yang membuat kesalahan lalu mengkoreksi satu sama lain.
Kita menggali potensi lalu menghargai dan mendukung satu sama lain. Semua akan
diserap oleh si kecil yang belajar dari pengalaman dalam keluarga. Bayangkan
sebuah adegan ketika si kecil jatuh, jika
dalam keluarga pernah berkata: ” adek
bagaimana sih, kalau jalan lihat-lihat” atau dengan menyalahkan benda
sekitar : ” duh, batunya nakal ya, pukul
ya dek…”, maka itulah yang tertanam dalam benak si tunas muda. Ia akan
belajar menyalahkan benda atau merasa dikritik bagaimana ia berjalan. Padahal
ia sedang belajar mengenali dunia. Kewajiban kita mengenalkan hal yang baik
serta dengan cara yang baik.
Sejak sebelum menjadi orang tua, suami
istri dan calon suami istri perlu
belajar menjadi orang tua. Siapapun yang ingin memiliki anak, harus sadar
sesadar bangun pagi mengecek handphone,
memiliki anak berarti siap belajar jadi orang tua. Kita perlu menanamkan pada diri yang ingin
jadi orang tua atau sudah jadi orang tua, bahwa orang tua bukan serba tahu
segalanya. Jangan bayangkan jadi orang tua adalah sosok dimana kita pasti menua dengan tongkat dan
kulit keriput saja, tanpa menyadari kewajiban mendidik anak.
Membekali diri dengan keterampilan menjadi
orang tua satu-satunya jalan. Setinggi apapun gelar anda di luar rumah, ketika
kembali kerumah andalah orang tua dari anak. Lalu kewajiban mendidik anak akan
selalu hadir. Kesadaran ini yang perlu dibangun. Sungguh sedih melihat beberapa
orang tua hanya peduli memberi nafkah pada anak. Namun mengabaikan faktor cinta
kasih , belajar jadi orang tua , belajar untuk mendidik anak.
Semua limpahan kasih sayang akan
sia-sia jika tak diiringi dengan mendidik. Ingat apa kata orang bijak,
memberikan harta kepada fakir miskin itu semacam memberikan alat pancing kepada
mereka. Bukan memberikan ikannya saja. Seperti halnya orang kaya yang super
terhadap fakir yang lemah, orangtua berkewajiban memberikan sesuatu disertai
pendidikan.
Jika seorang ibu sangat
menyayangi anaknya yang menggemaskan dan cantik, lalu ia buktikan rasa cintanya
dengan rajin memberikan mainan kesukaan setiap kali anaknya menangis, atau
marah.Apakah ia sudah menjalankan kewajiban? Dari sisi memenuhi kebutuhan anak,
ia sangat benar. Namun dari sisi mendidik anak dan menyayangi anak, ia sangat
salah. Ibu fiktif tadi-mudah-mudahn bukan seseorang yang kita kenal, bisa menciptakan sosok manusia yang haus akan
pujian atau benda material. Apalagi bencana yang kelak kita hadapi saat
mendidik anak seperti itu? Anak akan semena-mena, ia menilai uang adalah
segalanya, anak pun malas berusaha. Karakternya mungkin bisa menjadi makin
buruk, ia menjadi tidak hormat pada orang tua, tidak bisa mengapresiasi hal
kecil yang ia miliki atau bahkan mengincar harta. Semua dimulai dari hal kecil.
Hal kecil yang tertanam dalam benak, tumbuh jadi kepribadian dan dipraktekan
hingga dewasa. Maka si kecil memerlukan pelajaran kecil dan penting dalam
tahapan awal usia mereka sebelum tumbuh dewasa.
Mari melihat di sekitar, anak
belajar dari lingkungan keluarga. Lalu mereka meniru yang ada di lingkungan
rumah, makin besar ia belajar memilih teman dan mencari teman. Ia pun akan belajar
dari semua itu. Pendidikan sebuah tahapan yang panjang. Belajar di usia dini
bukan berarti tidak belajar di usia remaja atau dewasa.
Fakta kini, masalah terbesar kaum
muda usia remaja: seks bebas, NARKOBA dan tawuran. Kita harus mengeyahkan itu
semua dari muka bumi? Terlalu mustahil. Kita bisa menjaga anak kita dari
masalah-masalah tadi. Mari mulai pendidikan usia dini. Mulai dengan memberikan
pemahaman termudah soal
kesopanan, kasih sayang dan
menghargai perbedaan yang jadi akar tiga masalah besar tadi.
Waktunya kita memulai
mendidik dari rumah. Karena kita bosan
dengan berita kriminal setiap hari, jika ingin mengajarkan nilai moral untuk si
usia balita, apakah bisa? Ya sangat bisa. Ketika kita tidak jika
menjanjikan sesuatu padanya, tepatilah janji anda. Ia sedang belajar
tentang konsisten dan jujur di situ. Ketika kita mengajarkan nilai ekonomis
pada balita, kita bisa mengajaknya untuk makan dan minum secukupnya. Bermain
secukupnya. Tidak berlebihan.
Salah satu kemudahan di masa
kini, tersebarlah saat ini sekolah untuk anak-anak usia dini. Sarana ini harus
kita manfaatkan sebaik dan sebijak mungkin. Tidaklah harus mahal memberikan
pendidikan pada mereka. Karena apapun yang akan diajarkan di sekolah, harus
selalu kembali diajarkan di rumah. Anak balita belajar makan dengan berceceran
di sekolah, harus kembali diterapkan di rumah. Jika tidak, anak balita yang
kadang iseng itu bisa memilih, mana aturan tegas dan tidak dari orang sekitar.
Banyak cara mengajarkan
kecerdasan pada si unyu-unyu. Kembali kepada orang tua dan keluarga, maukah
kita mendidik mereka? Jika ya, mulai berburu materi pendidikan lewat berbagai
media saat ini. Tak akan sia-sia, anak kita adalah investasi kita, investasi di
masa depan. Bahkan hingga akhirat kelak.
Si kecil memiliki hak sejak lahir
untuk dibesarkan, dinafkahi dan diberikan pendidikan. Semua jerih payah,
pengorbanan waktu tenaga dan darah adalah dinilai ibadah. Maka layak jika Tuhan
menjanjikan kebahagiaan bagi orang tua
yang bertanggung jawab atas si kecil. Kesuksesan mereka menjadi manusia yang
baik adalah kesuksesan kita sebagai orang tua. Siapkan diri kita untuk tumbuh
bersama si kecil dengan segala bentuk edukasi di setiap time line hidup mereka, hingga mereka dewasa sekalipun.
Minggu, Oktober 28, 2012
101 Pizza Guy Marketing
Saturday night. When many people off to take glimpse of party or sport, a guy stay at home. He gets starving then suddenly his door being knocked by somebody.
"Pizza!"
The man puzzled. He never ordered any pizza. Yes he is hungry now. But then he continue his walks towards the door and open it.
"Yes?" he greets the pizza guy with large box of pizza. Can't barely find the deliver guy face.
"Pizza?" the pizza guy says again..
"No. I did not ordered any." says the man.
"Pizza?"
"No!" the man yelled at the pizza guy
"Coffee? Candy? Waffle?" the pizza guy offers the other things.
"Arrrrrgh ......I shouldn't stayed at home then" the man pissed off.
"Pizza!"
The man puzzled. He never ordered any pizza. Yes he is hungry now. But then he continue his walks towards the door and open it.
"Yes?" he greets the pizza guy with large box of pizza. Can't barely find the deliver guy face.
"Pizza?" the pizza guy says again..
"No. I did not ordered any." says the man.
"Pizza?"
"No!" the man yelled at the pizza guy
"Coffee? Candy? Waffle?" the pizza guy offers the other things.
"Arrrrrgh ......I shouldn't stayed at home then" the man pissed off.
Kamis, September 13, 2012
Travelmate
In a journey going to the east, a man who has been living in western country went back home. Today he brings many souvenirs for relatives. But then he just realize, his luggage just too full. He carry one of the souvenir.
Stewardess: Excuse me, do the pet belong to you?
Man : yes, she with me.
Stewardess: I am so sorry sir, we don't allow pet in here.
Man: why you call her a pet? She's wearing a clothes.
Stewardess: I can see that sir. But she just ... barking.
The little chihuahua can't stop her own words in form of sound: woof, woof, woof, and looking to her master.
Stewardess: Excuse me, do the pet belong to you?
Man : yes, she with me.
Stewardess: I am so sorry sir, we don't allow pet in here.
Man: why you call her a pet? She's wearing a clothes.
Stewardess: I can see that sir. But she just ... barking.
The little chihuahua can't stop her own words in form of sound: woof, woof, woof, and looking to her master.
Jumat, Agustus 31, 2012
Maria Montessori
Hari ini merupakan hari kelahiran Maria Montessori. Ia dilahirkan pada tahun 31 Agustus 1870. Ayahnya pegawai pada kementerian keuangan sementara ibunya masih bersaudara dengan Paleontologis Itali, Antonio Stoppani..Latar belakang pendidikannya adalah sekolah medis namun sempat mempelajari geografi serta beberapa ilmu pasti lainnya. Pendidikan terakhir Montessori adalah dokter anak dari universitas Roma. Ia pun sempat menjalankan praktek.
Awal karir Maria Montessori dimulai saat ia bekerja dan meriset anak-anak yang memiliki cacat, penyakit khusus, juga retardasi mental. Lulus dari Universitas Roma, ia tetap melanjutkan riset dengan topik yang sama dan menjadi asisten di klinik universitas.
Tahun 1906, ia memulai rumah belajar Children House, atau Casa dei Bambini di sebuah apartemen untuk keluarga kurang mampu di Santa Lorenzo, Roma. Anak-anak yang belajar di dalam Casa dei Bambini sejumlah 50-60 orang dengan rentang usia 2-3 tahun dan 6-7 tahun. Pada awalnya, Maria turut mengajarkan mereka dan mulai mengobservasi para siswa. Kelas perdananya dilengkapi dengan meja guru, papan tulis, kursi besar dan kursi meja untuk grup belajar serta sebuah lemari yang ia gunakan saat bekerja pada sekolah untuk anak berkebutuhan khusus.
Metode yang ia kembangkan adalah anak-anak belajar melakukan kegiatan yang berkenaan dengan kehidupan sehari-hari, terutama sekali dengan lingkungan alami. Semisal, cuci tangan, menata bunga, memasaka bahkan menyiram tanaman, memberi makan hewan peliharaan. Selain itu ia mengajarkan disiplin tidak dengan konsep hadiah (reward) atau hukuman (punishment) , namun anak-anak diberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan yang disediakan dalam kelas, termasuk alat-alat yang dikembangkan oleh Montessori sendiri.
Prinsip yang diterapkan pada sekolah Montessori hingga saat ini adalah, anak merupakan individu yang dipengaruhi oleh lingkungan dan masyarakat. Anak juga dilahirkan dengan potensi kreasi, memiliki keinginan belajar dan berhak untuk diperlakukan sebagai individu. Lingkungan dan pendidikan mempengaruhi potensi alamiah anak. Anak harus diberikan kebebasan untuk bergerak namun dalam aturan yang sesuai agar ia mampu belajar sebagai mahluk sosial yang merupakan bagian dari masyarakat. Anak harus difasilitasi dengan alat tertentu yang akan mampu membantu mereka mengembangkan potensi kecerdasan kognitifnya. anak-anak yang berbeda usia namun dalam satu kelompok belajar, dapat mengembangkan kepribadian mereka secara sosial selain kemampuan intelektual mereka.
wikipedia-Maria Montessori
Prinsip Montessori
http://www.dailymontessori.com/
Awal karir Maria Montessori dimulai saat ia bekerja dan meriset anak-anak yang memiliki cacat, penyakit khusus, juga retardasi mental. Lulus dari Universitas Roma, ia tetap melanjutkan riset dengan topik yang sama dan menjadi asisten di klinik universitas.
Tahun 1906, ia memulai rumah belajar Children House, atau Casa dei Bambini di sebuah apartemen untuk keluarga kurang mampu di Santa Lorenzo, Roma. Anak-anak yang belajar di dalam Casa dei Bambini sejumlah 50-60 orang dengan rentang usia 2-3 tahun dan 6-7 tahun. Pada awalnya, Maria turut mengajarkan mereka dan mulai mengobservasi para siswa. Kelas perdananya dilengkapi dengan meja guru, papan tulis, kursi besar dan kursi meja untuk grup belajar serta sebuah lemari yang ia gunakan saat bekerja pada sekolah untuk anak berkebutuhan khusus.
Metode yang ia kembangkan adalah anak-anak belajar melakukan kegiatan yang berkenaan dengan kehidupan sehari-hari, terutama sekali dengan lingkungan alami. Semisal, cuci tangan, menata bunga, memasaka bahkan menyiram tanaman, memberi makan hewan peliharaan. Selain itu ia mengajarkan disiplin tidak dengan konsep hadiah (reward) atau hukuman (punishment) , namun anak-anak diberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan yang disediakan dalam kelas, termasuk alat-alat yang dikembangkan oleh Montessori sendiri.
Prinsip yang diterapkan pada sekolah Montessori hingga saat ini adalah, anak merupakan individu yang dipengaruhi oleh lingkungan dan masyarakat. Anak juga dilahirkan dengan potensi kreasi, memiliki keinginan belajar dan berhak untuk diperlakukan sebagai individu. Lingkungan dan pendidikan mempengaruhi potensi alamiah anak. Anak harus diberikan kebebasan untuk bergerak namun dalam aturan yang sesuai agar ia mampu belajar sebagai mahluk sosial yang merupakan bagian dari masyarakat. Anak harus difasilitasi dengan alat tertentu yang akan mampu membantu mereka mengembangkan potensi kecerdasan kognitifnya. anak-anak yang berbeda usia namun dalam satu kelompok belajar, dapat mengembangkan kepribadian mereka secara sosial selain kemampuan intelektual mereka.
“It is the child who makes the man, and no man exists who was not made by the child he once was.” - Dr. Maria Montessori
wikipedia-Maria Montessori
Prinsip Montessori
http://www.dailymontessori.com/
Label:
child,
education,
pendidikan
Langganan:
Entri (Atom)