Wednesday, August 27, 2014

Behind the Tall Grass



Kid 1 :
Do you know who is living in that house?

Kid 2 :
That creepy house with tall grasses and the oak tree that has bird cage on it? I think its a witch

Kid 1:
Nooo a guy with stick. He always walk with stick. With long dress and white hair. Seems he ate all things. I ever seen birds feathers and grains also worms on his door step.

Kid 2:
Not with broomstick to fly? he ate worm?!

Kid 1:
No. Never saw him with that. Oh no. He is coming.

Old man with stick passing the two kids. Then smile at them. He walk slowly forward  to them. He is opening the bag. The two kids are shouting  when seeing two moving things in the bag.

Old man :
This is my newest birds. You want to try pat them?

The two kids staring at him then runaway. The old man smiles and walk away from the side walk. A long with him, some birds following him to the house than stop at the bird cage. Then the birds fly to the bird bath made of marble, behind the tall grasses. They all happily chirping this afternoon.


Tuesday, August 12, 2014

Warning



Mom : Don't eat too much candy
Kiddo : nope
Mom :No more cookies
Kiddo : Okay mum.
about half  hour in different room.

Kiddo : do not eat meat mom
Mom : okay baby.
Kiddo : Hei its whipped cream coffee  mom!
Mom : Oh yes, oops. Okay.
Kiddo : Mom you say no for this that to me
Mom : okay. Hmm for today you can have cookies.

Thursday, June 26, 2014

Menantimu




Cermin diam menatapku. Bayangan diri ku dalam  wajah lelah.Sekalipun ada pulasan pewarna di mata, gemerlap di bibir yang terbentuk. Kulepaskan sebuah jarum yang tertanam di kain chiffon.
Ada beberapa jarum kini tertumpuk di meja. Jemariku menarik kain chffon yang melilit di kepala dan leher. Aku melepaskan kain katun yang membebat kepala. Lega sekali, ketika rambutku teurai hingga punggung. Seseorang menepuk pundakku. Pantulan wajahnya terlihat. Ah begitu indah. Sepasang mata yang hangat menatapku dibalut senyum dari bibir yang tipis. Alis yang tebal dan bulu mata lentik itu menyempurnakan wajah yang tengah menatapku. Aku menggenggam tangannya untuk kuletakkan di pipiku. Lalu ia pergi dalam tidur pulas. Padahal kau belum kulihat menegakkan satu kalipun dari lima waktu. Kau... kau sudah berjanji dihapan Tuhan dan ayahku untuk mendidikku. Kau kini melenakan diri dalam lalaimu.

Seseorang memelukku. Ah iya. Suami, itu panggilannya. Aku memeluknya. Kulirik fajar menyingsing yang muncul di jendela. Aku membisikkannya untuk menunaikan ritual ibadah wajib.Ia tak melepaskanku. Lalu waktu melarutkan hingga fajar meninggi. Kuingatkan lagi agar ia menghadap sang Khalik dalam lantunan doa. Ia tertidur. Kubangunkan dengan percikan air di mata.
"Tidak!" Lalu jasad itu terbenam dalam kantuknya. Hingga waktu pagi benar-benar di pelupuk mata.

Aku menggerai rambut. Lalu menyisir setiap helainya. Sambil berpikir. Apakah ia membaca semua pesanku? Aku melirik telepon genggam. Lalu menghubunginya. Ia tak jua menjawab. Aku tertahan. Seekor burung hinggap di pohon. Lalu sebuah daun terbang bersamaan dengan burung itu pergi. Tidak ada satupun daun yang jauth itu tak diketahui oleh penciptanya. Apalagi seorang hamba yang lalai.Aku berdoa agar ia membaca pesanku. Hanya untuk mengingatkan ia akan kewajiban.

Waktu berlalu begitu cepat bagaikan kilat. Manusia di tengah syukuran peraih prestasi ini penuh lagak. Menceritakan kehidupan sementara mereka. Menyombongkan mimpi mereka. Menenggak kesuksesan tabu mereka. Penuh kebanggaan. Tidakkah mereka tahu ada waktu bagi semua bahagia. Kadang derita hadir. Seperti kisah seorang teman yang baru kehilangan sang bayi umur tiga hari. Begitu juga kisah temanku yang dilabrak pencuri mobilnya. Aku melihatnya. Berbagi kisah dengan pria dan wanita yang penuh pandangan hormat padanya. Aku tiba -tiba malu. Aku berusaha bercerita semua musibah temanku padanya. Tidak juga ia memilih menunduk pada sang Penguasa. Sedihku bertumbuh setiap hari karena belum pernah aku melihatnya, sejak hari pertama kami berakad dalam pernikahan,  melihat ia tunduk di atas tanah. Hanya untuk menguraikan doa pada sang pencipta. Aku berdoa. Terus berdoa. Agar ia ditimpa musibah, agar ia lupa ia bukan pencipta.

Satu tahun perayaan kebersamaan kau dan aku. Aku masih berjuang. Apapun pengetahuan yang kubagi, aku tak bisa mendudukknya pada tanah agar ia mengingat Tuhannya. Sebuah kalung bertahta berlian nomor satu kukenakan. Gaunku begitu indah hingga semua mata akan mengira aku seorang pengantin. Cermin diam menatapku. Seolah menungguku berkata padanya. Katakan!
"Aku ingin berpisah." aku menatapnya. Ia diam. Lalu memelukku. Menciumku. Lalu aku meronta dan melepaskan diri. Ia terlihat panik. Matanya tak lepas memandangku.
"Kamu tak pernah membimbingku. Aku mencoba mengingatkanmu. " Kulepaskan tahta berlian. Lalu pakaian indah. Ia terkesima melihatku tanpa hadiah materialnya. Kuganti semua pemberiannya. Aku kenakan sebentuk kain. Kututupi semua tubuh hingga hanya wajahku yang penuh sedih terlihat. Aku berdoa, agar ia bersamaku. Agar ia menegakkan sebuah kewajiban sebagai hamba yang meniadakan Tuhan lain selainNya.
Dia diam. Aku menanti hijrahnya. Sampai ia menjemputku dengan hijrahnya.

Kami tak pernah bersama. Aku melepaskan ikatan darinya. Hari ini daun kering jatuh di pohon kami, bersama sebuah keputusan ia sudah tak lagi bersaksi pada Tuhan yang Esa. Aku bersyukur. Aku bebas, bukan kewajibanku lagi. Namun dalam hati aku berdoa ia akan kembali. Menantimu berlari ke hadapan Tuhan

Monday, June 02, 2014

Partner in Shopping


Besties : Can you hold this bag?
Besties Boo: Ok
Besties : Can you hold this too?
Besties Boo : Okay
Besties : Please hold this too,
Besties Boo : Look I am busy, I cannot handle all your shopping bags!
Besties : But I am going to give you free coupon of one of the bags.
Besties Boo : Hmmm well okay.

Friday, May 23, 2014

In You


Song credit : Passenger - Let Her Go

A moment living in you.
My mind fly with you.
Transform for you.
Blushing because of you.
Inspiration is you. Always you.
The time I was lost in you.
In  the rain and your warmness
In hot air and your breeze
In sadness and  your funny speech
Breathing was because of you.
Living was for you.
I was in you.

I
 So that's it? Nothing left between us?

You
 I am leaving now. Thank you for everything.

I
You are my future...

You
Goodbye. Future is yours. It's, just your own. Without me.

*I love you. Too much


Thursday, May 15, 2014

Order

Waitress   :I am sorry, we have none of your order.
Customer : But why you all the order in menu?
Waitress   : I am sorry, we have not update our menu.
Customer : So, what you have?
Waitress   : All you need Sir.
Customer : What do you play here? You don't have my order, but you offer me all I want.
Waitress   : I was going to say to you, but you distract me with your face mimic.
Customer : Get serious!
Waitress  : Okay Sir, you will get all your order, I call the restaurant next door first. It might take several minutes..


Lost and Found Mirror



Husband   : Where I put my glasses?
Wife          : I don't know . I am busy with this Instagram online shop.
Husband   : Oh come on! It was here somewhere. Help me to find it.
Wife          : Maybe it is in the kitchen. You forget again.. just like you just forget to close back the  lid from    sugar can.
Husband    : Oh yeah? I did close it. And where is that thing!
Wife           : Take a break, go read a book, then you will remember darling. Oh my those napkin are nice..
Husband     : Seriously, I need my glasses...
Soon the wife stop instagram-ing, immediately  push the husband lead to the mirror.
Husband    : I found it!
Wife           : Yup. It always on your head, since you looking for it.


Monday, May 12, 2014

New Baby



A young brother questions about his newbie newborn sister.

"Why the baby hand is covered?"
Hmm so there will be no germ come in.
"Why she always crying?"
She is not able to speak yet.
"Why she is so small?"
We all start small. Then we grow bigger.
"Can she walk soon? so we play together?"
Haha not yet. Wait for next year.
"Okay I wait for you baby!"